Kamis, 15 Desember 2011

CESTODA (Cacing pita)


Resuman Tentang cestoda with dr. Mutiara
Hari senin, 12 Desember 2011, Jam 13.00 WITA

Pendahuluan
o  Cestoda (cacing pita) dalam siklus hidupnya ada yang memerlukan air untuk menetaskan telurnya ada yang tidak (cukup dengan tanah)
o  Yang memerlukan air contohnys Diphyllobothrium latum sedangkan yang lainnya tidak memerlukan air
o  Ukuran cacing dewasanya bervariasi dari yang panjangnya 40 mm (mis Hymenolepis nana) sampai yang panjangnya 10-12 meter (mis Taenia saginata)
o  Cestoda adalah cacing hermafrodit
o  Cacing ini terdiri atas scolex (kepala) yang berfungsi sebagai alat untuk melekatkan diri pada dinding intestinum
o  Di belakang scolex terdapat leher, merupakan bagian yang tidak bersegmen
o  Di belakang leher tumbuh proglotid, yang semakin lama semakin banyak yang menyebabkan cacing menjadi semakin panjang & bersegmen-segmen
o  Setiap proglotid dilengkapi dengan alat reproduksi
o  Cestoda berbeda dengan nematoda dan trematoda, tidak mempunyai usus
o  Makanan masuk ke dalam tubuh cacing karena diserap  oleh permukaan sel cacing

Diphyllobotrium latum
o  Bersifat hermafrodit
o  Cacing dewasa panjangnya dapat mencapai 10 meter
o  Menempel pada dinding intestinum dengan scolex, jumlah proglotid bisa mencapai 3000 atau lebih
o  Satu cacing bisa mengeluarkan 1 juta telur tiap harinya
Siklus hidup
o  Telur Diphyllobotrium latum harus jatuh ke dalam air agar bisa menetas menjadi coracidium
o  Coracidium (larva) ini harus dimakan oleh cyclops atau diaptomus untuk bisa melanjutkan siklus hidupnya
o  Di dalam tubuh cyclops larva akan tumbuh menjadi larva procercoid
o  Bila cyclops yang mengandung larva procercoid dimakan oleh ikan tertentu, maka larva cacing akan berkembang menjadi plerocercoid
o  Plerocercoid ini akan berada di dalam daging ikan
o  Bila daging ikan yang mengndung plerocercoid ini dimakan manusia, maka akan terjadi penularan
o  Di dalam intestinum manusia, plerocercoid akan berkembang menjadi cacing dewasa
Gejala Penyakit
o  Biasany asimptomatis
o  Bisa berupa sakit perut, berat badan menurun dan anemia
Bahan pemeriksaan laboratorium
                Sampel berupa  feces untuk pemeriksaan adanya telur cacing
Pencegahan
                Memasak ikan hingga matang sebelum dikonsumsi
o  Hospes definiftif              : manusia
o  Hospes reservoar            : beruang, anjing, kucing
o  Hospes perantara            : I. Cyclops & Diaptomus
                                                                  II. Ikan air tawar
o  Penyakit                              : diphyllobothriasis
o  Cara infeksi                         : makan daging ikan yg mengandung plerocercoid yang dimasak kurang        matang
Taenia Solium
          Bersifat hermafrodit
          Cacing dewasa bisa mencapai 2-7 meter
          Cacing dewasanya menempel pada dinding intestinum dengan scolexnya, sedangkan cysticerusnya terdapat di jaringan otot atau jaringan subkutan
Lingkaran hidup
          Telur ke luar dari proglotid gravida kemudian ke luar dari tubuh manusia bersama feces
          Telur yang jatuh di tanah bila termakan oleh manusia atau babi sampai ke intestinum, akan menetas  -> menembus dinding intestinum -> masuk ke dalam aliran lympha
                atau aliran darah -> beredar ke seluruh tubuh
          Sebagian besar akan masuk ke dalam otot atau ke dalam jaringan subkutan
          Dalam waktu 60-70 hari akan berkembang -> cysticercus yang menetap di dalam jaringan otot atau jaringan subkutan
          Bila manusia makan daging yg mengandung cysticercus, maka cysticercus ini di dalam intestinum akan menetas menjadi larva dan dalam waktu 5-12 minggu tumbuh menjadi cacing dewasa yang menetap dalam intestinum
          Infeksi pada manusia umumnya terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi telur cacingnya
          Telur cacing dapat berasal berasal dari penderita yang mengandung cacing dewasanya ataupun karena autoinfeksi dari penderita sendiri (feces – tangan -mulut)
          Hewan lain seperti hewan ternak dan anjing dapat mengandung cysticercus di dalam dagingnya karena terinfeksi oleh telur Taenia solium
Gejala penyakit
          Cacing dewasa yang berada dalam intestinum jarang menimbulkan gejala
          Gejala yang dapat timbul adalah nyeri epigastrium, nafsu makan meningkat, berat badan menurun dan badan terasa lemah
          Gejala yang disebabakan adanya cysticercus di dalam jaringan tubuh bervariasi, tergantung pada organ yang terkena dan banyaknya cysticercus
          Bila jumlahnya sedikit dan hanya tersebar di jaringan subkutan, biasanya asimptomatis atau hanya berupa benjolan kecil-kecil di bawah kulit
          Bila cysticercus berada di jaringan otak, sumsum tulang belakang, mata atau otot jantung akibatnya akan menjadi serius bahkan bisa mematikan
Bahan Pemeriksaan Lab
          Sampel berupa feces penderita untuk mencari proglotid dan telur cacingnya
Pencegahan
          Pencegahan dilakukan dengan memasak daging sampai matang sebelum dikonsumsi
          Perbaikan cara pembuangan kotoran
          Peningkatan hygiene pribadi
          Menjaga kebersihan makanan & minuman
          Mengobati semua penderita untuk menghilangkan sumber penularan
Taenia saginata
          Taenia saginata bersifat hermafrodit
          Cacing dewsa panjangnya 5 – 10 meter
          Hidup di dalam intestinum
Siklus hidup
          Telur cacing yang keluar bersama feces penderita bila jatuh di tanah & termakan oleh sapi atau kerbau, di dalam intestinum sapi akan menetas menjadi larva
          Larva akan menembus dinding usus -> masuk ke dalam aliran darah -> menyebar ke seluruh tubuh sapi
          Bila sampai ke jaringan otot, akan menetap & berkembang menjadi cysticercus
          Manusia yang bersifat sebagai host definitif akan tertulari Taenia saginata bila memakan daging sapi yang mengandung cysticercus yang dimasak kurang matang
          Di dalam intestinum cysticercus akan menetas   & berkembang menjadi cacing dewasa
          Dalam waktu 12 minggu cacing dewasa sudah dapat menghasilkan telur
Gejala penyakit
          Biasanya asimptomatis
          Pada infeksi yang berat dapat timbul gejala nyeri epigastrium, nafsu makan bertambah, berat badan menurun, badan terasa lemah, kadang disertai vertigo, mual, muntah dan diare
Bahan Pemeriksaan Lab
          Sampel berupa feces penderita untuk mencari proglotid dan telur cacingnya
Pencegahan
          Pencegahan dilakukan dengan memasak daging sampai matang sebelum dikonsumsi
          Hanya hewan yang sehat saja yang boleh dipotong dan dagingnya boleh diperjualbelikan


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar